Halo Pasca Kuliah

Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis tapi perlu banyak waktu dan sekarang lagi banyak yang perlu diurus. Terutama tentang kehidupan pasca kuliah. Kalau selesai SMA, mau masuk kuliah, udah tau apa-apa aja yang mesti diurus karena udah ditentuin sama univnya, tapi kalau lulus dari kuliah, mesti nentuin sendiri apa-apa aja yang harus dilakukan (kalau ga mau ditentuin orang lain ya, kalau saya sih ga mau 😊).

Di sisi lain saya ngerasa butuh waktu buat liburan dari rutinitas saat ini. Tujuannya sih biar refresh buat memulai tahapan baru wkwk.

Bismillah!

Gambar dikirim oleh Maryam Zakiyyah diambil dari buku Mind Platter – Najwa Zebian 

#AnakIC 

“Anak IC tuh ya nyari (pasangan hidup)nya kalau ga sama anak IC lagi, mesti nyari yang orangnya baik banget.” 

– Pak Kris, ketika reuni akbar IC 24092016

Menurut pak Kris anak IC kayak baru merasa tenang kalau dapetnya anak IC lagi, kalau pun bukan sama anak IC, orangnya pasti baik banget.
Setelah lama ga bikin postingan baru, tiba-tiba ngepost yg kayak gini haha

Seminar Tugas Akhir 1

Halo, semuanya!

Hari Jum’at yang lalu, saya baru saja melakukan seminar TA (Tugas Akhir) 1. Alhamdulillah seminar berjalan lancar dan ga ada revisi besar.

Perasaan setelah seminar? Lega, pastinya, karena setengah beban berkurang dan karena bisa lanjut ke sidang.

Perasaan sebelum seminar? Campur aduk! Kadang tenang, kadang deg-degan, ditambah lagi badan sedikit capek karena ternyata dari beberapa minggu sebelumnya saya cukup hectic buat nyiapin seminar ini. Hectic juga di pikiran, sampai hampir ga bisa fokus mikirin yang lain selain TA. Dan ada hal yang bikin saya sedih di akhir pekan sebelum minggu seminar. Almarhumah nenek saya dari ayah wafat hari Sabtu. Waktu itu saya tau kalau saya ga boleh nangis, tapi karena saya ga bisa hadir di sana, rasa sedih itu semakin kekumpul dan harus dikeluarkan. Akhirnya saya ketemu Madam Taqiyya terus cerita tentang hal tersebut biar lebih lega walaupun sedihnya masih tersisa, tapi harus kuat dan memperbanyak kiriman doa.

Mulai deg-degan di H-2 seminar. Terus, saya diberi saran dari ka Emil buat nulisin 10 pertanyaan yang kira-kira bakal ditanyain penguji. Beberapa jam kemudian, saya bilang tambah deg-degan, terus PR nulisin pertanyaannya ditambah jadi 25. Pas menjelang isya saya tulis pertanyaan-pertanyaannya, tapi cuma dapet 18 dan ga tau lagi bakal ditanya apa. Alhamdulillah pas sesi pertanyaan ada pertanyaan yang sama dengan daftar pertanyaan yang saya buat, jadinya bisa menjawab dengan tenang.

Malam hari sebelum hari H tiba-tiba saya ngerasa kurang enak badan, padahal masih jam 7. Kayaknya efek begadang beberapa hari sebelumnya (yap, saya ga bisa yang namanya begadang di atas jam 11). Bahkan jam setengah 8 malam ditelepon orang tua aja saya kayaknya jawab dengan setengah sadar deh… Alhamdulillah bisa bangun pagi dan udah membaik.

Lesson learned dari seminar kali ini adalah:

  1. Bikin slide presentasi ga perlu banyak-banyak
  2. Bagian studi literatur ga perlu banyak-banyak, perbanyak bagian analisis dan perancangan yang jadi bahasan utama TA
  3. Siapin daftar pertanyaan, kalau masih grogi, tambah lagi daftar pertanyaan yang mungkin ditanya sama penguji
  4. Berdoa, perbanyak ibadah
  5. Telepon keluarga, ini jadi suntikan semangat banget dan sangat menenangkan (efek keluarga banget lah dua ini)
  6. Dapet chat dari bapak kalimatnya “Bismillah. Ga usah takut dek..” yang sangat meredam grogi hehe. (soalnya kalimatnya seolah-olah lagi mau naik wahana di dufan)
  7. Menanamkan ide di pikiran “Seminar itu pengujian”, dari pengujian ini kita dapat menilai sendiri, pekerjaan TA kita udah sebagus apa sih atau ada masukan apa ya yang bisa bikin TA ini makin bagus. Bukan “Seminar untuk dapat nilai”, karena yaa menurut saya bukan itu tujuan sebenarnya seminar.
  8. Proses pengujian di seminar bisa bagus pasti juga karena proses yang dilakuin selama ini dalam pembuatan TAnya juga dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kerja keras tidak akan mengkhianati~
  9. Jaga kesehatan, makan yang cukup, jangan sampai ga fit. Makan yang enak-enak juga boleh~ asal jangan seenaknya (misal makan makanan yang bikin radang)

Hmm, ini dulu sepertinya. Semoga bermanfaat bagi kalian-kalian yang butuh tips seminar wkwkw. Ini self note buat saya juga sih buat persiapan sidang.

Terima kasih untuk doanya, hadiahnya, dan yang udah mau nonton di seminar kali ini. Doakan saya dimudahkan dalam persiapan sidang, sidang, dan pasca sidang ya hehe.

Terima kasih sudah membaca 🙂

Tentang Korean Beauty Product a.k.a K-Beauty

Kemasannya super lucu XD

Yang di bawah ini bahkan bentuknya telur. Udah kaya di harvest moon aja sampai ada telur emas 😀

3

 

“IF SNAIL CREAM and sheet masks are already part of your beauty routine, congratulations: You’re officially on the cutting edge of beauty. Now please step aside while the other 99% of us catch up to the K-Beauty trend.”

(sumber: K-Beauty: The Exhausting Skin-Care Regimen That May Be Worth the Effort )

Berawal dari iseng-iseng baca artikel, saya menemukan artikel yang membahas tentang investor barat yang ingin berinvestasi ke perusahaan kosmetik korea atau yang sering disebut “K-Beauty”. Sebelumnya, trend K-beauty ini udah terlihat cukup lama. Sering melihat orang yang suka nitip produk kecantikan Korea ketika ada temennya yang pergi ke sana. Saat itu saya penasaran, “kenapa harus beli sampai ke Korea segala?” Saya sendiri bukan orang yang suka pakai banyak skincare (cuma sabun cuci muka, sunscreen, sama krim dari dokter buat kalau pipinya putih-putih karena berenang), tapi karena dunia kecantikan lekat dengan kaum hawa, saya pun jadi penasaran dengan si K-beauty ini.

Ini beberapa artikel yang saya baca tentang K-beauty:

Mary Schook, licensed aesthetician and owner of MS Apothecary, estimates this competitive atmosphere puts Korean beauty products 12 to 14 years ahead of the U.S.

Even more hyped than the products themselves, however, is the ultra-elaborate K-Beauty skin-care regimen espoused by popular websites like Soko Glam and Peach & Lily, both of which are run by Korean Americans. Incorporating up to 10 (and sometimes more) steps, the typical regimen kicks off with a “dual cleansing” ritual (via oil- and water-based products), winds its way through a series of sheet masks, essences, serums and rich moisturizers, and wraps up with SPF 35 sunscreen. At night, you swap out the sunscreen for a thick, gloppy “sleep cream.”

Yep, stepnya banyak banget, katanya sih buat pemakaiannya memang dengan teknik layering gitu. Bahkan menurut salah satu artikel di atas, satu orang bisa pakai 17 produk K-beauty buat skincare. 17 produk. Setiap hari.

Many of these beautifiers are laced with outré ingredients such as snail mucin, culled from the gooey substance snails leave in their wake and said to boost cell regeneration; bee venom (an anti-inflammatory “faux-tox” alleged to relax facial muscles); moisturizing starfish extract; and firming-and-tightening pig collagen.

K-beauty menggunakan bahan-bahan yang ga biasa buat perawatan. Perawatan muka loh ya atau skincare, belum sampai make-up. Untuk yang ingin pakai produk kecantikan Korea, terutama yang muslim, tetap harus berhati-hati dengan kandungan bahannya, harus dicari tahu halal atau tidaknya.

Setelah membaca artikel-artikel tadi ternyata memang teknologi di sana untuk bidang kecantikan udah maju banget, mereka bisa membuat produk yang beberapa kali lebih bagus dari produk lainnya. Jadi, menurut saya, wajar aja kalau orang-orang sampai nitip make up Korea.

Beberapa hari yang lalu saya juga mengobrol dengan Dhila (teman dari SMA yang menempuh kuliah kedokteran di UGM) tentang perawatan kulit. Pas banget Dhila juga baru saja melewati stase kulit, saya jadi dapet informasi dari kesehatan kulit, tentang pentingnya pakai sunscreen, menghindari keluar di jam-jam yang sinar mataharinya ga bagus (setelah jam 10 hingga sore) dan harus minum air putih kalau bisa lebih dari 2L sehari biar kulitnya ga kering (ini kerasa banget efeknya di saya yang kulitnya kering).

Mengutip dari postingan blognya Dhila berjudul yang “The Beauty“,

Berdasarkan diskusi saat saya kuliah, cantik adalah sebuah konstruksi sosial. Image cantik adalah sebuah pandangan yang terbentuk dari lingkungan sosial kita.

Sayangnya, terkadang kita lupa bahwa setiap trend yang berkembang di masyarakat, pasti memiliki akibat untuk masyarakat itu sendiri, baik itu akibat negatif atau positif.

Oke, sekian dulu postingan kali ini, sampai bertemu di postingan berikutnya. Terima kasih sudah membaca 🙂

*Fyuh, akhirnya ngeblog juga haha*

Achievement of The Day

Achievement of the day (sebenernya hari Kamis, tapi lupa ngeblog hehe) adalah membawa barang-barang ini dengan travel lalu dilanjut naik angkot ke kosan sendirian. 💪💪

Barang bawaannya cukup banyak karena barang yang dibawa buat mudik kemarin lumayan banyak, belum lagi oleh-oleh dan asupan gizi yang dibawain dari rumah 😆😆😆